Asal & Manfaat Temulawak PDF Print E-mail
Written by Pakar Jamu   
Thursday, 08 December 2011 23:36

Temulawak (Curcuma xanthorhiza) banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas pertanian. Banyak nama lokal untuk temulawak. Misalnya, Koneng gede (Jawa barat) dan Temu labak (Jawa dan Madura), Temu Putih . Temulawak termasuk keluarga Zingibereaceal dan berkembang biak ditanah tegalan sekitar pemukiman, terutama pada tanah gembur, sehingga buah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar.

Temulawak batang pohonnya berbentuk batang semu, daunnya lebar dan pada setiap helai daun dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun yang agak panjang. Bunganya berbentuk unik bergerombol dan berwarna kuning tua, rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan.

Temulawak di Jawa Tengah dikenal sebagai minuman eksotik dengan cita rasa khas. Dengan mencampurkan tanaman bersama gula dan kunyit, lalu diseduh dengan air panas akan menghasilkan rasa tersendiri. Ramuan ini biasanya diberikan kepada anak-anak yang susah makan.

Beragam penyakit dapat diobati dengan umbi tanaman ini, misal sakit limfa, ginjal, sakit pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin, maag, sakit perut, produksi ASI, menambah nafsu makan, sembelit, cacar air, sariawan, rematik, jerawat, bahkan untuk kanker stadium dini serta dipercaya juga sebagai ramuan yang memperlambat proses penuaan, menghilangkan flek hitam wajah dan menjaga kelenturan tubuh.

Jadi, sediakan SARI TEMULAWAK di rumah anda, untuk di minum dikala santai ataupun untuk manfaat khasiatnya.

SARI TEMULAWAK cukup menyegarkan untuk disajikan dalam keadaan panas ataupun dingin.

Last Updated on Saturday, 10 December 2011 06:57